RSS

Pendidikan Aritmatika Realistik untuk anak-anak usia 6-7 tahun

26 Dec

Written by: Destina Wahyu W. M.Sc.

Pengenalan matematika pada anak usia 6-7 tahun, atau sekitar awal sekolah dasar menjadi perhatian yang sangat menarik. Apakah mengenalkan aritmatika dengan menggunakan permainan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari akan lebih baik jika dibandingkan dengan pengenalan aritmatika secara tradisional.

Pada sekitar tahun 1970an, dijalankan proyek penelitian untuk program primary school dengan nama “Wiskobas”. Kurikulum pengajaran untuk materi penjumlahan dan pengurangan utnuk anak usia 6 tahun dibangun didalam buku kerja dengan tema ‘the bus’.Buku kerja ini ditujukan untuk 4 proyek penelitian yang berbeda.

  1. Proyek ini diawali dengan menitikberatan pada hasil dan bukan pada proses, bagaimana cara siswa menyelesaikan permasalah tidaklah menjadi soal, namun lebih kepada bagaimana hasil dari penyelesaian suatu permasalahan tersebut. Tipe pendidikan yng digunakan juga tidak terlalu menjadi pertimbangan.
  2. Proyek selanjutnya adalah tentang evaluasi pendidikan di sekolah “The Drees School”. Pada proyek ini, guru memberikan opini mereka tentang penggunaan buku kerja siswa ”the bus”, Dari opini yang mereka berikan, jelas sekali bahwa para guru menggunakan buku kerja siswa dengan cara yang berbeda, ada beberapa bagian dari buku kerja siswa yang tidak digunakan, ada juga bagian yang diberi penekanan lebih dalam.
  3. Pada proyek yang ketiga, dikembangkan hipotesa tentang pengembangan penelitian.Parasiswa diberikan kebebasan untuk mengembangkan ide mereka berkaitan dengan buku kerja siswa “The bus”. Penelitian yang ketiga ini merupaka penelitian mutual, dimana seorang peneliti dapat memperoleh berbagai ide pemikiran yang berbeda dari tiap siswa dalam waktu yang bersamaan.Parapeneliti membiasakan diri untuk membuat catatan detail dari semua aktivitas selama penelitian, mulai dari tingkah laku siswa, respon siswa, atau bahkan kejadian yang memalukan.

Metode dan tehnik, terinspirasi oleh pendidikan

Dari proyek penelitian yang dilakukan oleh penulis, terlihat jelas bahwa pendidikan dapat menjadi sumber untuk tehnik dan metode penelitian baru, statu contoh pada saat berdiskusi dengan siswa, ditemukan sejumlah tehnik sosial yang dapat digunakan untuk penelitian mutual dan yang terinspirasi oleh prosedur didaktik dalam pendidikan.

Contoh: membaca catatan dengan keras; Memanfaatkan konflik dan kejutan; Menciptakan suasana permainan.

Diskusi

Penelitian mutual merupakan pengembangan dari clinical interview, karakteristik dari clinical interview seperti instropeksi, retrospeksi, dsb telah menunjukkan bahwa selama ini penelitian hanya dipusatkan pada subyek penelitian yaitu siswa, sudut pandang peneliti tidaklah menjadi bagian yang perlu diperhatikan, pada clinical interview, reseacher hanya menjadi bagian pasif , sebaliknya pada penelitian mutual, observer ikut terlibat dengan subyek penelitian, dimulai dari memberikan pertanyaan sampai dengan menyampaikan sudut pendang mereka yang kemudian dibandingkan dengan pemikiran para siswa.

Dua tipe pendidikan tersebut di atas memiliki tiga perbedaan mendasar yaitu: Konteks, Bahasa, dan latihan-latihan.

Tiga perbedaan dalam pendidikan

1. Konteks dalam pendidikan

Pebedaan matemática realistik dengan matemátika tradisional ádalah, dalam matemática realsitik siswa membayangkan suatu keadaan atau kondisi sehingga mereka menyadari atau memahami ide mereka sendiri,. Oleh karena itu pembelajaran seperti ini disebut matematika realistik. Sedangkan dalam matemática tradicional, upaya untuk memvisualisasikan penjumlahan dan pengurangan dilakukan dengan gambar dan objek. Aktifitas tertentu yang disebut dengan manipulasi matemática dipelajari dengan menggunakan rods tapi tidak ada perhatian tertentu tentang apa yang telah diketahui siswa tentang angka. Manipulasi matemtaika ini memerlukan waktu yang lama, latihan-latihan yang diberikan juga memiliki tingkat kesulitan yang terus betambah dan kesulitan sebisa mungkin dihindari. Tingkatan mekanistik menjadi salahs atu aspek yang juga membedakannya dengan matemática realistik. Kesadaran siswa akan ide mereka menjadi rancu dengan ide siswa lain atau dengan sifat matemática yang lain yang kurang familiar dengan siswa.

2. Bahasa Aritmatik dalam pendidikan

Bahasa”arrow”

Aspek khusus dari buku kerja siswa “The bus” hádala bahasa penulisan yang berbeda dengan matemática tradicional, dimana matemática tradisional menggunakan bahasa”is’ sedangkan bahasa yang baru ini menggunakan bahasa “arrow”. Operasi penjumlahan disajikan dalam bentuk gambar “bus”. Jumlah penumpang ditulis pada bus, panah menunjukkan arah dan diatas arrow terdapat angka dengan opersi + jika penumpang bertambah dan – jira penumpang berkurang atau turun. Pada perkembangan selanjutnya siswa dapat memberikan dekorasi pada bus sesuai dengan imajinasi mereka, dan pada akhirnya tanda arroz dihilangkan tanpa mengurangi makna dari arroz itu sendiri. Inilah awal dari lahirnya penjumlahan formal yang digeneralisasi dari hasil penemuan berbagai macam dekorasi.

Empat karakteristik linguistik dari bahasa “arrow”

Bahasa ‘arrow’ memenuhi 4 fenomena linguistik umum yang Sangay penting dalam pendidikan, yaitu:

  1. penyamaran arti sebenarnya dari suatu simbol secara bertahap. Adanya Fenomena dimana simbol penting asli mulai hilang perlan-lahan. Penggunaan simbol hanya sebatas pada imajinasi para siswa. Penyamaran arti simbol yang sebenarnya mendukung ide matemátika vertical, yaitu perubahan dari konteks ilustratif  menjadi konteks aritmatika pada penjumlahan biasa
  2. transparansi dari suatu simbol
  3. suatu hal baru yang dinyatakan dengan istilah lama. Orang secara terus menerus mulai memahami hal baru yang sudah ada dalam bentuk istilah umum.
  4. Penggunaan  dunia nyata dan dunia simbol secara bergantian.

Frudenthal mengartikan activitas matemática anak-anak sebagai aktivivitas dimana para siswa bergerak dari dunia nyata ke dunia simbol dan sebaliknya.

Bahasa tradisional “is”

Beberapa peneliti menyatakan bahwa penyebab kesulitan aritmatika yang dihadapi siswa  dalam bahasa tradicional “is” adalah pada tanda ‘is equal to’, yang tidak begitu dipahami oleh para siswa. Banyak penelitian menunjukkan bahwa siswa akan memberikan respon yang berbeda untuk suatu tanda yang sama. “is” berlaku constan utnuk semua operasi,

Bahasa “arrow” vs bahasa “is”

Ada beberapa perbedaan penting antar bahasa “arrow” dan bahasa “is”

  1. bahasa “arrow” memiliki cakupan yang lebih luas jira dibandingkan dengan bahasa “is”, karena semua notasi dalam bahasa “is dapat ditransformasikan dalam bentuk bahasa “arroz” namun sebaliknya tidak semua bahasa “arrow” bisa dilambangkan dengan bahasa “is”.
  2. Dengan menggunakan dekorasi, bahasa “arrow” lebih mendekati hubungan dengan  konteks “the bus” dibandingkan dengan bahasa “is”,
  3. Bahasa “arrow” adalah  “rich bare context”. Arrow-puzzle memberikan bahan untuk aritmatika dan  konstruksi yang dibuat oleh seseorang. Sebaliknya persamaan bahasa “is” membentuk hambatan yang semakin menggunung.

Praktik dalam pendidikan aritmatika

Karakteristik dari matematika tradisional adalah  upaya untuk selalu menghindari kesalahan sedangkan dalam Realistik Matematik, hasil kreasi siswa mendapat apresiasi demikian juga kesalahan yang mereka lakukan juga mendapat apresiasi.

Penelitian Pembanding

Ada 3 kriteria yang digunakan untuk menguji keberhasilan pemebelajaran siswa.

  1. Kemampuan Aritmatika Umum
  2. Persamaan
  3. Buku kerja Aritmatika yang dibuat oleh siswa sendiri untuk para siswa yang setahun dibawah mereka.

Hasil dari 3 perbedaan tipe pendidikan: konteks, bahasa aritmatika, tipe-tipe latihan

-Konteks:

Pada sekolah D, diperlukan waktu minimum 2 hari untuk membuat siswa paham akan penjumlahan dan pengurangan dengan bantuan permainan konteks ‘the bus’. Sedangkan di sekolah N dengan pendekatan tradicional diperlukan waktu 7 minggu.

-Bahasa Aritmatika

Sifat terpenting dari bahasa “arrow” adalah fakta bahwa “arrow” dapat didekorasi sesuai dengan imajinasi siswa. Bahasa “arrow” menjadi sangat berguna bagi siswa. Bahasa “arrow” menjadikan siswa lebih Heli melihat susunan yang tersembunyi dari suatu permasalahan yang rumit.

-Praktik

Banyak sekali praktik yang dilakukan dalam proyek peneltian ini, dan telah dihasilkan berbagai fakta yang beragam.

 Kesimpulan Umum:

Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengajak siswa bermain dan mempertimbangkan kemampuan kreatif siswa dan menggunakannya dalam pendidikan, maka pembelajaran dan pemahaman penjumalahan dan pengurangan akan menjadi lebih cepat. Hanya memerlukan separoh dari latihan penjumlahan tanpa kehilangan penguasaan materi, dan bahasa “arrow” dapat diabstrakkan selama aplikasi. Aritmatika, dalam desain ini, tidak perlu harus kaku, aktifitas yang terisolasi, tapi dapat menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan siswa.

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: